Penyesalan Masa Lalu Seorang Kevin-Prince Boateng

Kevin Prince Boateng Barca

Gelandang Barcelona, Kevin-Prince Boateng, menyebut bahwa kualitasnya sebagai seorang pesepak bola tidak bisa disepelekan begitu saja. Justru, Boateng yakin bisa menjadi starter klub besar jika sikapnya pada masa lalu bisa diperbaiki.

Sepak terjang Prince Boateng di dunia sepak bola sebenarnya cukup lumayan. Sebagian besar karirnya dihabiskan bersama klub-klub yang kerap menghiasi papan tengah klasemen seperti Portsmouth, Las Palmas, hingga Sassuolo.

Namun perjalananya tidak selamanya buruk. Boateng sempat memperkuat beberapa klub top Eropa dan bahkan sempat meraih prestasi bersama klub tersebut, seperti gelar Scudetto bersama AC Milan pada tahun 2011 silam.

Mentalitas Krusial
Prince Boateng lalu bercerita jika sebenarnya dia bisa saja mendapatkan karir yang jauh lebih mentereng ketimbang apa yang sudah dia peroleh selama ini. Hanya saja, mentalitasnya membuat semuanya berantakan.

“Mentalitas itu penting. Saya pikir saya terlambat mengawali semua ini. Tentu saja saya menyesalinya. Ketika saya berusia 18 tahun, saya membutuhkan seorang agen atau keluarga untuk mendorong saya ke arah yang tepat. Namun saya harus memperbaiki segalanya sendirian” ungkap Kevin-Prince Boateng kepada DAZN.

“Sebagai seseorang berumur 18 tahun, saya perlu kehadiran seorang agen atau keluarga untuk membawa saya ke arah yang tepat. Saya sebenarnya memerlukan mereka. Tapi saya harus memperbaiki segalanya sendirian,” lanjut Kevin-Prince Boateng.

Masalah Motivasi
Boateng seperti menyesal dengan apa yang telah terjadi di masa lalunya. Mantan pemain Tottenham Hotspur itu mengisahkan bahwasanya jika dia mampu memenuhi motivasinya yang besar, dia bisa saja menjadi starter di Barcelona atau bahkan memperkuat Real Madrid.

Boateng di Barcelona
Semuanya sudah terlambat. Boateng saat ini berstatus sebagai pemain Barcelona setidaknya hingga akhir musim ini. Jika Barca tidak mempermanenkan statusnya, maka Boateng bakalan kembali ke klub asalnya, Sassuolo.