Lakukan Penyadapan, La Liga Terancam Denda 4 Milyar Rupiah

Tindakan kontroversial dilakukan oleh penyelenggara kompetisi sepak bola tertinggi di tanah Spanyol, La Liga. Beberapa waktu lalu, La Liga dijatuhi denda sebesar 250 ribu euro (atau sekitar 4 milyar rupiah) karena melakukan penyadapan terhadap publik.

La Liga dilaporkan mekakukan aksi penyadapan melalui aplikasi resmi yang bisa diunduh ke smartphone. Dalam kabar yang diberitakan oleh Givemesport, La Liga bisa mendengarkan pembicaraan bahkan sampai mendapatkan lokasi para penggunanya.

Dengan cara itu, La Liga bermaksud untuk memperoleh data tempat yang mempertontonkan pertandingan melalui situs resmi ilegal. Menurut kabar, La Liga mengalami kerugian sampai 400 juta euro per tahun karena streaming ilegal tersebut.

Dihukum Denda
Aktivitas ilegal itu diketahui oleh Spanish Data Protection Agency (AEPD) dan langsung melakukan proses hukum. AEPD kemudian menjatuhkan hukuman denda sebesar 250 ribu euro dan meminta agar La Liga untuk menutup aplikasi resminya pada tanggal 30 Juni nanti.

Pihak La Liga sendiri tak bisa menerima keputusan tersebut. Pasalnya, La Liga bertujuan untuk memerangi pembajakan yang telah membuat mereka mengalami kerugian besar terhadap industri penyiaran. Toh, La Liga mengklaim tidak menyimpan pembicaraan apapun dari aplikasi tersebut.

Ajukan Banding
Tentu saja, La Liga tidak tinggal diam setelah dijatuhi hukuman yang cukup berat itu. Dalam pernyataan yang sama, La Liga mengatakan bahwa mereka akan mengajukan banding dalam waktu dekat.

Walaupun akan mengajukan banding, namun La Liga sendiri juga akan berbenah dan melakukan perubahan terhadap aplikasinya. Salah satunya dengan menghapus fitur mikrofon. Fitur itulah yang membuat La Liga terkendala dengan permasalahan ini.