Jabat Posisi Manajer Tetap, Solskjaer Pertahankan Dua Eks Asisten Mourino

Ole Gunnar Solskjaer baru saja reski dikontrak Manchester United sebagai manajer manajer permanen. Dalam menjalankan tugas, Solskjaer didampingi oleh tiga orang asisten. Tiga nama yang sudah bekerja dengannya sebelumnya.

Solskjaer menjadi manajer sementara MU pada Desember 2018 yang lalu. Dia mengambil alih tugas Jose Mourinho yang dinilai gagal pada musim 2018/2019. Tiga bulan setelah menjabat sebagai manajer sementara, Solskjaer mendapat kontrak permanen.

Pria asal Norwegia tersebut resmi diangkat sebagai manajer tetap United sejak diumumkan oleh klub pada Kamis (28 Maret 2019) waktu setempat. Solskjaer mendapatkan kontrak untuk jangka waktu selama tiga tahun atau akan habis pada 2022.

Pertahankan Komposisi Asisten
Ole Gunnar Solskjaer tidak melakukan perombakan dalam jajaran asisten yang akan membantunya. Dia tetap akan dibantu oleh mantan pemain MU, Michael Carrick dan Kieran McKenna. Kedua nama ini sudah bertugas sebagai asisten pelatih Jose Mourinho.

Selain itu, Solskjaer juga tetap percaya pada Mike Phelan. Dia bukan lagi figur baru di Old Trafford. Phelan merupakan mantan asisten manajer legendaris United, Sir Alex Ferguson. Bahkan, Phelan disebut punya andil penting dalam keberhasilan Solskjaer.

“Mike Phelan merupakan bagian penting dari pengaturan dan mereka saling berdiskusi satu dan lainnya,” ungkap Solskjaer dalam situs resmi Manchester United seperti yang dilansir dari Portal Berita Bola Online.

Mike Phelan punya kedekatan khusus dengan Solskjaer. Ketika masih menjadi asisten dari Sir Alex, Solskjaer juga sempat merasakan tangan dingin Mike Phelan. Karena itu, mereka berdua punya koneksi yang cukup bagus untuk pekerjaan yang dijalani.

Murni Pilihan Solskjaer
Meskipun menyisakan dua nama yang jadi asisten pada era Mourinho, Solskjaer memastikan jika komposisi tim pelatih merupakan pilihannya sendiri. Tidak ada campur tangan sedikitpun dari klub dalam pemilihan Carrick dan McKenna sebagai asisten pelatih.

“Tentu saja, saya memegang kewenangan untuk menentukan staf pelatih tanpa campur tangan manajemen. Staf kami punya kerja sama yang sangat bagus, ini adalah kunci dari hasil yang kami dapatkan.”