Alisson Becker Akui Ikut Sedih Soal Blunder Karius

alisson karius liverpool

Melihat gawangnya kebobolan menjadi sebuah malapetaka bagi seorang penjaga gawang. Akan terasa lebih menyakitkan jika kebobolan melalui sebuah kesalahan konyol atau blunder yang dia lakukan sendiri.

Bicara mengenai blunder yang dilakukan oleh penjaga gawang, maka ada nama Loris Karius yang cukup paling diingat. Penjaga gawang asal Jerman tersebut melakukan sebuah blunder fatal di final Liga Champions musim 2017/18 yang lalu.

Saat itu Karius masih menjadi pemain Liverpool. Pada pertandingan final, Liverpool menghadapi Real Madrid. Karius membuat dua blunder yang berujung gol Karim Benzema dan Gareth Bale. Di pertandingan tersebut, Liverpool pun kalah dengan skor 3-1. Blunder yang dilakukan Karius itu rupanya membuat Alisson Becker itu merasa sedih.

Alisson Ikut Sedih
Sebagai sesama penjaga gawang, Alisson Becker mengakui ikut sedih melihat apa yang dialami oleh Loris Karius di final Liga Champions. Sebagai penjaga gawang, Alisson turut berempati pada kesalahan yang dibuat Karius.

“Saya mengetahui apa yang ada dari hati seorang penjaga gawang ketika dia mengalami saat-saat seperti itu. Saya sangat sedih melihat apa yang dialami oleh Loris Karius. Namun hal-hal seperti itu bisa saja dialami oleh setiap penjaga gawang” ucap Alisson Becker seperti dikutip dari Four Four Two.

“Bahkan, ketika tim saya mencetak sebuah gol yang terjadi setelah penjaga gawang lawan membuat kesalahan, ada sebuah perasaan tidak enak yang saya rasakan. Saya tidak akan merayakan itu seperti gol lainnya,” tandas Alisson.

Alisson Gantikan Karius
Setelah blunder fatal di final Liga Champions, Loris Karius menjadi target kekesalan seluruh fans Liverpool. Bahkan, pada akhirnya dia harus angkat koper dari Anfiled. Karius kini bergabung dengan klub asal Turki, Besiktas.

Sebagai pengganti Karius, Liverpool membeli Alisson Becker dari AS Roma. Penjaga gawang asal Brasil ini kemudian menjadi andalan di bawah mistar gawang The Reds. Alisson pun mampu tampil konsisten dan membawa The Reds untuk sementara menguasai klasemen Premier League.